Klasifikasi Sengon (Albizia chinensis)

  • Kingdom 
    Plantae 
  • Subkingdom 
    Tracheobionta 
  • Superdivisi 
    Spermatophyta 
  • Divisi 
    Magnoliophyta 
  • Kelas 
    Magnoliopsida 
  • Subkelas 
    Rosidae 
  • Ordo 
    Fabales 
  • Famili 
    Fabaceae 
  • Genus 
    Albizia 
  • Spesies 
    Albizia chinensis (Osbeck) Merr.
Morfologi Sengon (Albizia chinensis)
Batang : Kulitnya licin, berwarna abu-abu atau kehijau-hijauan. Pohon ini biasanya berukuran lumayan besar dan tinggi total mencapai 40 meter dan tinggi bebas cabang 20 meter. Sengon yang berusia tua diameternya mencapai 1 meter, bahkan bisa lebih. Pada umumnya, batangnya tidak berbanir, tumbuh lurus, dan bentuknya silindris. Tajuknya melebar dan mendatar. Apabila tanaman ini tumbuh di lokasi terbuka kanopinya akan berbentuk kubah atau payung.
Daun : Kumpulan daunnya tersusun majemuk, menyirip ganda, dan panjang sekitar 23–30 cm. Anak daunnya kecil, banyak, berpasangan, dan terdiri dari 15–20 pasang di setiap tangkai (sumbu). Bentuknya lonjong, dan pendek ke arah ujung. Bagian atas daun, permukaannya berwarna hijau pupus dan tidak berbulu. Pada bagian bawah warnanya lebih pucat dan terdapat rambut-rambut halus.
Bunga : Bunga pohon sengon tersusun dalam malai, panjangnya 12 mm, warna putih kekuningan dan sedikit berbulu. Bentuknya menyerupai saluran atau lonceng. Bunga tanaman ini mempunyai dua kelamin, panjangnya 10–15 cm, letaknya di aksiler (ketiak).
Buah : Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, tidak bersayap, tidak mempunyai sekat dan panjangnya 10–13 cm dan lebar 2 cm. Di setiap buah polong berisi 15–20 biji. Pada usia muda, buah berwarna hijau, dan akan berubah menjadi kuning sampai coklat kehitaman ketika usia tua. Apabila buah sudah masak, bijinya akan terlepas secara alamiah.
Distribusi : Daerah yang beriklim tropis, seperti India, Vietnam, Thailand, Kamboja, Burma, Laos, Cina dan juga Indonesia. Lalu tanaman ini juga tersebar sampai di Australia.
Habitat : Hutan dataran rendah, sabana, pinggiran sungai
Referensi
1. Plantamor. (n.d.) Albizia chinensis species profile. Available at: https://plantamor.com/species/profile/albizia/chinensis#google_vignette&gsc.tab=0
2. LindungiHutan. (n.d.) Mengenal pohon Sengon: si cepat tumbuh yang serbaguna. Available at: https://lindungihutan.com/blog/pohon-sengon/

Klasifikasi Jati Putih (Gmelina arborea)

  • Kingdom 
    Plantae 
  • Subkingdom 
    Tracheobionta 
  • Superdivisi 
    Spermatophyta 
  • Divisi 
    Streptophyta 
  • Kelas 
    Equisetopsida 
  • Subkelas 
    Magnoliidae 
  • Ordo 
    Lamiales 
  • Famili 
    Lamiaceae 
  • Genus 
    Gmelina 
  • Spesies
    Gmelina arborea Roxb. ex Sm.
Klasifikasi Jati Putih (Gmelina arborea)
Batang : Pohon ukuran sedang, tinggi dapat mencapai lebih(30 - 40) m, batang silindris, diameter rata-rata 50cm kadang-kadang mencapai 140 cm. Kulit halus atau bersisik, warna coklat muda sampai abu-abu.
Daun : Daun bersilang, ber-gerigi atau bercuping, berbentuk jantung, ukuran10-25 cm x 5-18 cm. 
Bunga : Bunganya berbentuk lonceng (tubular), berwarna kuning terang dengan bercak oranye atau coklat kemerahan di bagian dalam, dan biasanya muncul dalam tandan. Bunga sempurna, panjang mencapai lebih 25 mm, berbentuk tabung dengan5 helai mahkota.
Buah : berdaging, panjang 20-35 mm, kulit meng-kilat, mesokarp lunak, agak manis.
Distribusi : Menyebar alami di Nepal, Indonesia, India, Pakistan, Bang-ladesh, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Laos,Kamboja, Vietnam dan Cina Selatan.
Habitat : hutan gugur tropis, hutan dataran rendah, dan hutan sekunder terbuka.
Referensi
1. Lauridsen, E.B. 1986 . Seed leaflet No 6. June 1986. Gmelina arborea, Linn. Danida Forest Seed Centre-Humlebaek, Denmark.
2. Plantamor. (n.d.) Gmelina arborea species profile. Available at: https://plantamor.com/species/profile/gmelina/arborea#google_vignette&gsc.tab=0

Klasifikasi sungkai (Peronema canescens)

  • Kingdom 
    Plantae 
  • Subkingdom 
    Tracheobionta 
  • Superdivisi 
    Spermatophyta 
  • Divisi 
    Streptophyta 
  • Kelas 
    Equisetopsida 
  • Subkelas 
    Magnoliidae 
  • Ordo 
    Lamiales 
  • Famili 
    Lamiaceae 
  • Genus 
    Peronema 
  • Spesies 
    Peronema canescens Jack
Morfologi Sungkai (Peronema canescens)
Batang : Permukaan batang kasar sampai sangat kasar dengan kebiasaan tumbuh tegak (erectus) dan bentuk tajuk oval. Sungkai memiliki bentuk lurus dengan lekuk kecil. Kulit berwarna abu-abu beralur dangkal, mengelupas kecilkecil. Penampang kulit luar bewarna coklat dan kayunya berteras dengan warna sawo muda menyerupai kayu jati, serta rantingnya penuh dengan bulu-bulu halus.
Daun : Daun sungkai termasuk daun majemuk tunggal dengan letak berhadapan bersilangan, daun berwarna ungu-hijau saat muda dan menjadi hijau tua saat sudah dewasa. Daun berbentuk lanset (lanceolatus) dengan ujung daun meruncing (acuminatus) dan pangkal daun runcing (acutus) dengan tulang daun tidak menonjol. Bagian tepi daun rata (integer) dan ditemukan bergerigi (serratus) dengan permukaan daun licin.

Bunga : Bunga berupa malai. Kelopak bunga berjumlah 5, agak tertutup rapat, berlekatan dengan buah, berbulu.
Buah : tunggal, merupakan batu beruang empat, berbiji, kering, bulat, kecil berdiameter 3-3,5 mm, berbiji banyak, berwarna putih kekuningan, letaknya tersebar, kulit buah berbulu seperti beludru.
Distribusi : Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, dan seluruh Kalimantan.
Habitat : hutan sekunder, bekas daerah tebangan, tepi sungai dengan daerah yang tidak tergenang, tepi jalan dan lahan terbuka.
Referensi
1. Plantamor. (n.d.) Peronema canescens species profile. Available at: https://plantamor.com/species/profile/peronema/canescens#google_vignette
2.  Sari GS dan Aulya Dea. 2022. Morfologi batang dan daun sungkai (Peronema canescens) pada lingkungan tumbuh yang berbeda. Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
3. Socfindo Conservation. (n.d.) Peronema canescens. Available at: https://www.socfindoconservation.co.id/plant/717

Klasifikasi Pericopsis mooniana
  • Kingdom 
    Plantae 
  • Subkingdom 
    Tracheobionta 
  • Superdivisi 
    Spermatophyta 
  • Divisi 
    Magnoliophyta 
  • Kelas 
    Magnoliopsida 
  • Subkelas 
    Rosidae 
  • Ordo 
    Fabales 
  • Famili 
    Fabaceae 
  • Genus 
    Pericopsis 
  • Spesies 
    Pericopsis mooniana
    (Thwaites) Thwaites
Morfologi Pericopsis mooniana
Batang : Pohon berukuran sedang, tinggi dapat mencapai 40 m dengan tinggi bebas cabang hingga 20 m, diameter mencapai 80-100 cm. Batang utama umumnya lurus, beralur dangkal dan berlekuk di bagian pangkal. Kulit batang tipis dan halus berwama kemerahan.
Daun : Daun bersilang berhadapan, menyirip tidak berpasangan,dalam satu tangkai terdapat 5-8 helaian daun, berbentuk bulat telur dengan ukuran 4- 9 cmx2,5-5 cm, membulat pada pangkalnya dan meruncing pada ujungnya, dan tidak berbulu.
Bunga : Bunga majemuk berbentuk tandan dengan tangkai kecil, panjang sekitar 2 cm dan kelopak bunga berbentuk lonceng dengan panjang sekitar 15 mm. Mahkota bunga berbentuk kupu-kupu berwarna ungu tua.
Distribusi : Sri Lanka (Asia Selatan), Malaysia, Indonesia, Philipina, Myanmar (Asia Tenggara), Papua New Guinea (Oceania) hingga ke Afrika.
Habitat : Hutan sekunder, hutan primer dan dataran rendah
Referensi
1. Plantamor. (n.d.) Pericopsis mooniana species profile. Available at: https://plantamor.com/species/profile/pericopsis/mooniana#gsc.tab=0

Klasifikasi Ketapang Kencana (Terminalia mantally)

  • Kingdom 
    Plantae 
  • Subkingdom 
    Tracheobionta 
  • Superdivisi 
    Spermatophyta 
  • Divisi 
    Magnoliophyta 
  • Kelas 
    Magnoliopsida 
  • Subkelas 
    Rosidae 
  • Ordo 
    Myrtales 
  • Famili 
    Combretaceae 
  • Genus 
    Terminalia 
  • Spesies 
    Terminalia mantaly H.Perrier
Morfologi Ketapang Kencana (Terminalia mantaly)
Batang : Bercak-bercak abu-abu pucat, garis-garis atau bintik-bintik kecoklatan yang menonjol.
Daun : . Daun kecil (panjang 2-5cm x lebar 1cm), berbintik abu-abu kehijauan dengan tepi putih krem ​​tidak beraturan, daun muda merah muda kemerahan, tepi tidak rata hingga bergerigi, tumbuh dalam lingkaran di ujung cabang. Daun bergerombol seperti membentuk payung sehingga bisa melindungi tanaman yang ada dibawahnya.
Bunga : bunga bisexual bewarna kehijauan
Buah : buah kecil, hijau saat belum matang, dan tidak memiliki sayap.
Distribusi : Madagaskar, Asia Tenggara, dan Australia.
Habitat : Hutan dataran rendah
Referensi
1. National Parks Board (NParks). (n.d.). Terminalia mantaly H. Perrier. Flora & Fauna Web. Retrieved from https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/7/2762

Klasifikasi Jati (Tectona grandis)

  • Kingdom 
    Plantae 
  • Subkingdom 
    Tracheobionta 
  • Superdivisi 
    Spermatophyta 
  • Divisi 
    Streptophyta 
  • Kelas 
    Equisetopsida 
  • Subkelas 
    Magnoliidae 
  • Ordo 
    Lamiales 
  • Famili 
    Lamiaceae 
  • Genus 
    Tectona 
  • Spesies 
    Tectona grandis L.f.
Morfologi Jati (Tectona grandis)
Batang : Batang jati berbentuk silinder dan kulitnya berwarna coklat, abu-abu, kehitaman dengan kayu yang berwarna coklat, coklat muda dan coklat kekuningan. Kulit jati memiliki tekstur yang kasar dan bermotif garis lurus, garis lingkar dan garis lengkung. Tekstur pecah-pecah menurut alur memanjang. mencapai 40 meter hingga 45 meter, serta tinggi bebas cabang sekitar 20 meter hingga 25 meter.Buah jati berbentuk bulat agak gepeng, 0,5-2,5 cm, berambut kasar dengan inti tebal. Buah jati sangat keras, terbungkus kulit berdaging dan lunak tidak merata (tipe buah batu).
Daun : Daun jati memiliki bentuk seperti bulat telur terbalik dan menempel pada batang secara berpasangan. Permukaannya ditumbuhi bulu halus pada sisi atas serta bawah. Daun jati umumnya berukuran besar, letaknya berhadapan, berbentuk elips, bulat telur terbalik dan dengan tangkai yang sangat pendek. Pada musim kemarau, daun pohon jati akan menggugurkan daunnya atau bersifat meranggas. Tujuannya yaitu untuk beradaptasi pada kondisi cuaca yang kering dan air hujan yang berkurang.
Bunga : Bunga jati berkelamin ganda dari benang sari dan putik yang bertangkai dalam tandan besar. Bunga jati merupakan bioseksual dan berwarna keputih-putihan dan krem. Bunga majemuk terletak dalam malai besar, 40×40 cm atau lebih besar, berisi ratusan kuntum bunga tersusun dalam anak paying yang menggarpu. Bunga terletak di ujung ranting jauh di puncak tajuk pohon. Taju mahkota 6-7 buah, berdiameter 6-8 mm. berumah satu (Handayani, 2014)
Buah : Buah jati berbentuk bulat agak gepeng, 0,5-2,5 cm, berambut kasar dengan inti tebal. Buah jati sangat keras, terbungkus kulit berdaging dan lunak tidak merata (tipe buah batu).
Distribusi : Jati tersebar di hutan-hutan gugur mulai dari India, Indonesia, Myanmar, Laos, Kamboja, Thailand, Indochina hingga ke Jawa.
Habitat : hutan hujan tropis pertumbuhan Jati yang baik ada di pulau Jawa.
Referensi
1. Handayani, TLN. 2014. The Soul of Jati.
2. LindungiHutan. (2021). Pohon Jati: Klasifikasi, Ciri-ciri, Jenis dan Manfaat Jati.
3. Plantamor. (n.d.). Tectona grandis L.f. Retrieved from https://plantamor.com/species/profile/tectona/grandis


Klasifikasi Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium)

  • Kingdom 
    Plantae 
  • Subkingdom 
    Tracheobionta 
  • Superdivisi 
    Spermatophyta 
  • Divisi 
    Magnoliophyta 
  • Kelas 
    Magnoliopsida 
  • Subkelas 
    Rosidae 
  • Ordo 
    Myrtales 
  • Famili 
    Myrtaceae 
  • Genus 
    Syzygium 
  • Spesies 
    Syzygium myrtifolium Walp.
Morfologi Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium)
Batang : Tinggi dari batang pucuk merah bisa mencapai ketinggian 5 m jika tumbuh di tempat yang subur dan terdapat nutrisi yang tinggi. Sementara akar pucuk merah terdiri dari akar tunggang yang merambat dan terus membesar. 
Daun : Daun beberapa di ujung berwarna merah, dengan kata lain daun muda berwarna merah. Namun seiring waktu daunya berubah menjadi hijau. Daun pucuk merah merupakan daun tunggal dengan letak berhadapan. Bentuk daun oval, tepi daun rata, ujung daun meruncing, dan pangkal daun meruncing. Pertulangan daunnya menyirip. Bentuk tangkai bulat dengan warna merah seperti daunnya ketika masih muda (Musawa, 2023). 
Bunga : Bunga yang dimiliki bersifat majemuk dan tersusun dalam malai berkarang terbatas. Saat bunga sudah mekar, tampak kepala putik warna putih dengan tangkai berukuran lebih pendek jika dibanding benang sari dari bunganya. Letak putik tepat berada di tengah, sedangkan tangkai sari berwarna putih berukuran lebih panjang dari putiknya dengan jumlah lebih banyak (Krisnan, 2020).
Buah : Buahnya yang berbentuk bulat hingga elips berwarna ungu tua atau hitam, lebarnya sekitar 9 mm.
Distribusi : India Timur Laut, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaysia, Singapura, Sumatra, Kalimantan, dan Filipina.
Habitat : Hutan Pantai, Hutan Hujan Primer, Hutan Hujan Sekunder, Daerah Aliran Sungai.
Intoleran spesies
Referensi
1. Krisnan, 2020. Mengenal 10 Manfaat Tanaman Pucuk Merah. Rumah.com, https://www.rumah.com/panduan-properti/pucuk-merah-39320.
2. Musawwa AW. 2023. Karakterisasi Morfologi Genus Syzygium Di Kabupaten Nganjuk. In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran).6:522-528.
3. National Parks Board (NParks). (n.d.). Syzygium myrtifolium (Roxb.) Walp. Flora & Fauna Web.